WELCOME TO MY BLOG

search engine

Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Mei 2009

Mengapa Langit Berwarna Biru?


Langit hanya berwarna biru di siang hari. Ada beberapa sebab mengapa langit saat itu berwarna biru. Bumi diselubungi lapisan udara yang disebut atmosfir. Walaupun tidak tampak, udara sebenarnya terdiri atas partikel-partikel kecil.

Cahaya dari matahari dihamburkan oleh partikel-partikel kecil dalam atmosfir itu. Tetapi kita tahu, cahaya dari matahari terdiri dari paduan semua warna, dari merah, kuning, hijau, biru, hingga ungu. Warna-warna itu memiliki frekuensi yang berbeda. Merah memiliki frekuensi yang lebih kecil dari kuning, kuning lebih kecil dari hijau, hijau lebih kecil dari biru, biru lebih kecil dari ungu. Semakin besar frekuensi cahaya, semakin kuat cahaya itu dihamburkan.

Warna langit adalah sebagian cahaya matahari yang dihamburkan. Karena yang paling banyak dihamburkan adalah warna berfrekuensi tinggi (hijau, biru, dan ungu), maka langit memiliki campuran warna-warna itu, yang kalau dipadukan menjadi biru terang.

Karena warna biru banyak dihamburkan, maka warna matahari tidak putih sempurna, seperti yang seharusnya terjadi jika semua warna dipadukan. Warna matahari menjadi sedikit agak jingga.

Pada sore hari, sering matahari berubah warna menjadi merah. Pada saat itu, sinar matahari yang sudah miring menempuh jarak lebih jauh untuk mencapai mata kita, sehingga semakin banyak cahaya yang dihamburkan. Yang banyak tersisa adalah cahaya frekuensi
rendah, yaitu merah.

Di bulan dan di planet yang tidak memiliki atmosfir, cahaya matahari tidak dihamburkan, sehingga langit selalu berwarna hitam, walaupun di siang hari.

Kamis, 16 April 2009

Wow!!! Telur Ayam Berwarna Hijau

Stipa Gregacevic adalah seorang peternak ayam dari Forkusevci, Kroasia.

Saat mendatangi ayam favoritnya, Fata, Stipa jadi terpana. Pasalnya ayam betinanya itu mengeluarkan telur ayam yang warnanya lain daripada yang lain, berwarna hijau.

"Aku benar-benar gak bisa menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Beberapa orang sih mengatakan itu kali aja karena kami menggunakan/meletakkan lada merah dalam makanan ayam," jelas Stipa seperti dikabarkan Ananova.com.


Dengan adanya telur berwarna hijau ini barang tentu membuat Stipa menjadi senang. Pasalnya para pembeli sama sekali gak keberatan dengan harga yang 2 kali lebih mahal dari harga normalnya, saat mereka membeli sekotak telur berwarna hijau yang spesial itu.

"Kami adalah peternakan organik dan kami selalu disuruh untuk menjadi lebih 'Hijau' tapi menurutku ini bukan seperti yang ada dalam pikiran para ilmuwan," tambah Stipa.

Sabtu, 11 April 2009

Bagaimana Proses Menghasilkan Telur Berkuning Dua? ...

Sudah tahu dong apa itu telur. Ada Telur ayam, telur burung, telur bebek, telur cicak, dan banyak lagi. Coba dari sekian banyak telur itu, mana yang paling kamu kenal dan biasa kamu jumpai sehari-hari di meja makan kamu? Nah, di dalam telur itu terdapat “satu” kuning telur yang dikelilingi oleh putih telur. Tapi pernahkan kamu mendapati telur yang memiliki dua buah “kuning telur:? Apakah itu pertanda pembawa sial? Bagaimana itu bisa terjadi? Apakah jika telur itu menetas akan menghasilkan dua buah anak ayam yang “kembar”?

Semua telur memiliki kesamaan fungsi, yaitu sebagai cara untuk berkembang biak. Dari telur yang telah “dibuahi” akan “menetas” seekor binatang penerus induknya. Selain itu telur juga enak untuk dimakan, dan mengandung kandungan gizi yang baik.

Lantas bagaimana bisa terjadi dalam satu telur terdapat dua buah kuning telur? Sebaiknya kamu harus memahami dulu bagaimana sebutir telur dihasilkan pada tubuh seekor ayam misalnya.

Di dalam tubuh ayam betina (unggas pada umumnya), terdapat organ perkembangbiakan yang berupa saluran panjang yang dimulai dengan Infundibulum (1), Magnum (2), Isthmus (3), Uterus (4) (shell gland), dan rongga rahim yang ada telurnya (5).

Sel telur berupa folikel (bakal kuning telur) “dilepasakan” oleh ovarium (organ “penghasil” telur) dan “ditangkap” oleh Infundibulum. Di dalam Infundibulum ini lah juga terjadi “pembuahan” oleh sel ayam jantan.

Selanjutnya “bakal telur” tadi menuju saluran Magnum. Di tempat ini folikel akan “dibungkus” oleh albumen atau “putih telur”. Selanjutnya terus berjalan hingga ke Insthmus dan akan mendapat “perlingdungan” dari komponen Calsium pada Uterus. Disini sebutir telur telah “tercipta”. Selanjutnya telur akan dikeluarkan dari tubuh ayam, selanjutnya jika di “erami” selama 21 hari, akan menetas menjadi anak ayam. Atau jika telur itu tidak “fertil” atau tidak dibuahi oleh ayam jantan, maka “nasibnya” akan menjadi telor mata sapi atau dadar di meja makan kamu.

Jadi jika seekor ayam betina kebetulan “melepaskan” folikel kembar dari ovariumnya, maka kedua “kuning telur” tadi akan terbungkus bersama-sama dalam satu “cangkang” telur. Akibatnya terjadilah telur yang memiliki dua buah kuning telur. Biasanya ini terjadi pada ayam betina “muda” yang baru mulai “bertelur”, atau manusia sengaja “merekayasa” peternakan ayam sehingga secara sengaja bisa menghasilkan telur yang “kembar”, yang tentu saja menguntungkan untuk dikonsumsi.

Nah misal kedua “kuning” telur itu berhasil “dibuahi” oleh ayam jantan, apakah lantas akan “menetas” dua buah anak ayam dari satu telur?. Jawabannya adalah bisa!, tapi karena dalam perkembangannya kedua anak ayam itu akan saling “bertengkar” dan bersaing, apalagi di tempat yang “sesak”. Maka biasanya hanya satu anak ayam yang “hidup” atau bahkan kedua-duanya mati.

Nah sudah tidak “aneh” lagi dengan telur berkuning dua kan?, walaupun memang ini adalah peristiwa alam yang unik

beauty girls photos from Facebook

Image Hosted by ImageShack.us